oleh

Bupati Morowali Dianggap Gagal Antisipasi Kenaikan Harga LPG 3 Kg

Foto Ilustrasi

Morowali,Fokustime.com – Masyarakat Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah (Sulteng) mengeluhkan harga Gas bersubsidi LPG 3 kg yang terus merangkak naik. Pemda Morowali pun dianggap gagal dalam mengantisipasi kenaikan harga gas tersebut.

Pasalnya, harga Gas LPG 3 kg berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemda Morowali di Bahodopi hanya sebesar Rp.30.000. Sedangkan, harga pertabungnya saat ini sudah lebih dari itu dengan harga pertabung tebus diangka Rp. 50.000.

Kenaikan harga Gas LPG 3 kg ini pun ramai di keluhkan dan bahkan menuai sorotan dari masyarakat kecamatan Bahodopi via WhatsAap group INFO SEPUTAR BAHODOPI. Salah seorang warga desa Bahomakmur misalnya, mengatakan, jika dirinya baru saja membeli LPG 3 kg dengan harga Rp.50.000 pertabung di salah satu kios di desa Bahomakmur.

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga desa Bahodopi yang membeli LPG 3 kg dengan harga Rp.50.000. “Saya Beli LPG 3 kg di salah satu kios di desa Bahodopi dengan harga Rp.55.000″. ungkap ” A ” warga desa Bahodopi, kamis malam, (22/04/2021).

Menurutnya, warga berinisial A, Pemerintah Daerah gagal dalam stabilkan HET LPG 3 kg karena kondisi ini sudah berlangsung sekian tahun, namun Pemda tidak melihat dan mengubris keluhan masyarakat miskin.

Saya hanya buruh kasar yang berpenghasilan terbilang pas pasan untuk kebutuhan rumah tangga tentu bisa dipahami kondisi ekonomi saya. Kalau gas saja sudah harga 50 ribuan bagaimana masyarakat kurang mampu seperti saya ini bisa bertahan hidup,” ucapnya seolah penuh tanya.

Sebelumnya, melalui konfrensi Pers Bupati Morowali pada jumat,9 April 2021 di aula kantor Bupati sempat wartawan menyoroti atas ketersediaan dan HET LPG 3 kg yang tak kunjung stabil. Akan tetapi, Bupati Morowali mengatakan bahwa untuk tahun ini, Morowali mendapat tambahan kuota LPG 3 kg sehingga kebutuhan masyarakat sudah bisa tercukupi dan akan menindak pangkalan ataupun kios yang menjual di atas HET.

Bahkan Bupati Morowali, meminta jika ada masyarakat yang membeli LPG 3 kg dengan harga di atas HET agar melaporkan. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Morowali pun berjanji akan mengantisipasi dan menstabilkan harga bahan pokok, termasuk gas LPG 3 kg dengan membentuk tim serta melibatkan seluruh instansi terkait dan aparat untuk penertiban harga.

Namun sangat disayangkan, fakta berkata lain. Harga Gas LPG 3 kg justru merangka naik. Sehingga, kinerja Pemda Morowali dinilai masyarakat, belum membuahkan hasil dan gagal menstabilkan harga LPG 3 kg berdasarkan HET.(Wardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed