oleh

Rapat Evaluasi Satgas Penanganan Pandemi Covid-19 dan Persiapan Kunker Presiden RI Joko Widodo Ke Kendari

KENDARI,Fokustime.com – Setelah menyelesaikan rapat kerja dengan Badan Legislasi DPR-RI, selanjutnya Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi, SH., Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. H. Lukman Abunawas, SH., MH., M.Si., Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, Dr. Hj. Nur Endang Abbas, SE., M.Si., dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Wilayah pada lembaga vertikal didaerah, serta Pejabat eselon II Pemprov Sultra melanjutkan kegiatan rapat evaluasi satuan tugas penanganan pandemi Covid-19 dan Persiapan Kunjungan Kerja Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo di Ruang Pola Kantor Gubernur.

Tepat pukul 15.00 Wita, rapat dibuka dan dipimpin oleh Sekda Sultra, Dr. Hj. Nur Endang Abbas, SE., M.Si.. Beberapa hal yang disampaikan untuk mengawali rapat, diantaranya sebagai berikut :

  1. Kondisi pelaksanaan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sedang direview terkait sejauh mana efektivitas penggunaan dana Covid-19 tahun 2021,
  2. Kondisi terpapar Covid-19 semakin melandai dari sembilan orang terpapar kemudian tersisa empat orang di RS. bahteramas Kendari dan RS. Abunawas telah kosong atau tidak ditempati pasien Covid-19,
  3. Melaporkan giat-giat satuan tugas pada bulan Ramadhan, yakni membentuk 12 regu untuk turun langsung ke lapangan dan hasilnya signifikan terhadap terpaparnya masyarakat serta kesadaran masyarakat memakai pasker dan mencuci tangan serta menjaga jarak
  4. Kesiapan kedatangan Presiden RI, Ir. Joko Widodo dan apresiasi bahwa selama kepemimpinan Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, SH., senantiasa mendapat tamu dan Presiden RI telah dua kali kunjungan kerja di Kendari.
  5. Bahwa semua kegiatan tersebut berhasil karena kerja keras Gubernur Sultra, Wakil Gubernur Sultra, Forkopimda, Lembaga / instansi vertikal di Sultra dan Organisasi Perangkat daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.





(Sekda Sultra saat memimpin Rapat Evaluasi)

Selanjutnya Sekda Sultra memimpin jalannya diskusi dengan mempersilakan Forkopimda dan Instansi vertikal utnuk menyampaikan laporan terkait penanganan Covid-19 di Sultra dalam hal ini Kota Kendari. Kesempatan pertama diberikan kepada Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. H. Lukman Abunawas, SH., MH., M.Si. dalam pengarahannya beliau menyampaikan beberapa evaluasi sebagai berikut :

  1. Sultra berhasil dalam menangani pandemi, kendati ada varian baru namun Sultra Alhamdulillah aman.
  2. Semua Anggota Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tetap waspada. Tim tetap bekerja optimal dan maksimal.
  3. Data diterima dari satgas penanganan Covid-19 untuk vaksinasi di Sultra mencapai 37%, dan diharapkan pasca lebaran bisa meningkat. Begitu juga dengan vaksinasi ASN Pemprov Sultra masih 30% vaksinasi sehingga diharapkan setelah lebaran seluruh ASN telah divaksinasi.
  4. Pelaksanaan, yakni Kota Kendari tertinggi sementara Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kabupaten Wakatobi paling rendah yang telah divaksinasi.
  5. Kunjungan kerja Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pada Bulan Juni agar ada kejelasan tanggal supaya jauh hari telah disiapkan khususnya pengamanan.

(Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. H. Lukman Abunawas, SH., MH., M.Si)

Dilanjutkan oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol. Yan Sultra, menyampaikan evaluasi sebagai berikut :

  1. Sultra terendah masalah covid (10 terendah), yakni rata-rata di bawah 10 terpapar dalam sebulan. Sementara yang meninggal juga satu sampai dua pasien Covid-19 dalam sebulan. Hal ini disebabkan dan berbanding lurus dengan angka kesembuhan yang sangat signifikan.
  2. Polda siap mendukung penuh dalam penanganan Covid-19 di Kota Kendari maupun di 17 Kabupaten Kota di Sultra. Namun akhir-akhir ini satuan tugas dalam melaksanakan tugas mulai kendor khususnya di Kota Kendari. Temuan di lapangan bahwa banyak masyarakat menolak memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.
  3. Oleh sebab itu, satuan tugas penanganan Covid-19 harus digiatkan kembali. Perlu pengawasan, pengendalian dan pemberian fasilitas prima kepada satuan tugas baik di lapangan maupun di Posko satuan tugas.
  4. Kondisi yang dilihat bahwa satuan tugas Covid-19 penuh semangat tapi fasilitas berkurang. Misalnya, lampu padam karena sempat disegel. Hal ini perlu dievaluasi. Selain itu, keluhan anggota satuan tugas soal makanan, penerangan dan wifi perlu segera ditindaklanjuti.
  5. Perlu ditingkatkan dengan menggiatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat karena mereka belum mengerti. Pembagian masker perlu digalakkan kembali. Pencegahan Covid-19 terus berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan kab/kota terkait kendala vaksinasi.
  6. Sultra termasuk paling bawah soal vaksinasi dan setelah dievaluasi Sekda dan Dinkes maka perubahan persepsi masyarakat bahwa setiap vaksin yang datang selalu dibagi dua. Oleh sebab itu, didorong kab/kota untuk menggunakan vaksin atau melakukan vaksinasi dan jangan takut kehabisan vaksin.
  7. Hasil evaluasi kab/kota cukup bagus tapi kendala pihak vendor yakni CV. Dos Ni Roha
  8. Sultra landai terpapar Covid-19 tapi pertanyaan apa benar atau karena kurang tracer dan testing. Oleh sebab itu, Polda Sultra siap mendukung Pemda apapun dibutuhkan untuk mencegah Covid-19 dan harapan Sultra zero terpapar Covid-19.
  9. Pelayanan publik hanya ASN dan TNI/Polri, padahal semua masyarakat yang bersentuhan dengan masyarakat seperti toko, dll juga perlu divaksinasi.

(Kapolda Sultra, Irjen Pol. Drs. Yan Sultra)

Sesi berikutnya, evaluasi Danrem 143 Halu Oleo, Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan. Dalam kesempatan ini Jenderal bintang satu ini menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Masih perlu meningkatkan pemberian edukasi kepada masyarakat terkait memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak. Misalnya Pasar Mandonga jarang memakai masker.
  2. Perlu memperkuat pelaksanaan pemeriksaan dan rapid tes kepada masyarakat luar dan dalam daerah. Bahwa laporan kodim-kodim di daerah berjalan lancar dan perbatasan dilakukan pengecekan.
  3. Melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  4. Mewakili regu 2 kadang sedih dan jaringan WiFi di posko hilang, makan buka puasa pakai pepaya.
  5. Perlu berbanyak spanduk diruang publik agar pesan bahwa Covid-19 masih ada.

(Danrem 143 Halu Oleo, Brigjend TNI Jannie Aldrin Siahaan)

Berikutnya penyampaian dari Kepala BNNP Prov. Sultra, Brigjend. Pol. Sabaruddin Ginting, SIK., dalam evaluasinya ada beberapa hal yang disampaikan sebagai berikut :

  1. Covid sangat dikenali dan lima langkah antisipasi, yakni edukasi penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas,menghindari kerumunan.
  2. Satuan tugas penanganan pandemi Covid-19 cukup berhasil dan on the track. Oleh sebab itu, perlu dibentuk kembali regu dalam satuan tugas dan kampanye media sosial dan elektronik. Harapannya satuan tugas memilki tujuan yakni Masyarakat memiliki kekebalan terhadap infeksi Covid-19.

Selanjutnya disambung oleh Ketua Komisi C DPRD Prov. Sultra, Suwandi Andi, menjelaskan bahwa Pansus untuk LKPJ sedang dibahas fokus dipenanganan Covid-19 dan informasi luar biasa dan ternyata penanganan Covid-19 sangat sukses.

(Ketua Komisi C DPRD Prov. Sultra, Suwandi Andi)

Berikutnya, Kabinda Sultra, Brigjend TNI Raden Toto Oktaviana, S.Sos, menyampaikan bahwa hasil dilapangan harus lebih jeli melihat. Misal di mall lebih tertib dan pengawasan berlapis di pasar. Selain itu diperlukan pemasangan baliho terkait edukasi Covid-19 di pasar-pasar. Masih menurut Kabinda bahwa pemantauan Covid-19 oleh BIN telah menggunakan teknologi.

(Kabinda Sultra, Brigjend TNI Raden Toto Oktaviana, S.Sos)

Berikutnya beberapa penyampaian dan evaluasi oleh Danlanud Kendari, Kolonel Pnb. Muzafar, S.Sos., MM., bahwa yang perlu diperhatikan di pasar-pasar tradisional dan tempat hiburan serta pelabuhan-pelabuhan. Sementara bandara sudah baik. Selain itu, masih menurut Danlanud Kendari bahwa pelaksanaan satuan tugas setiap harinya harus dirangkum dan saran untun petugas memakai seragam uniform agar terlihat gagah dan secara psikologis mempengaruhi masyarakat untuk patuh. Terakhir Danlanud Kendari menyarankan agar poster dan banner perlu dibanyak.

(Danlanud Kendari, Kolonel Pnb Muzafar, S.Sos., MM.)

Berikutnya Kepala Karantina Kendari mengatakan bahwa pengawasan kewilayahan dan pintu masuk telah dilakukan pengawasan kekarantinaan. Penguatan ketersediaan fasilitas pemeriksa dan deteksi dini telah maksimal. Beberapa pintu masuk di pelabuhan Kendari sangat dinamis namun hasil kegiatan 600 hanya 1 reaktif. Pengawasan varian baru beberapa WNA India, Vietnam, dan Pakistan untuk ini dilakukan pengawasan sangat ketat. Beberapa awak kapal tersebut setelah diperiksa semua negatif.

Dilanjutkan pernyataan Kepala Pelabuhan Udaran Angkasa Pura Kendari, bahwa selesai pelaksanaan posko sejak 22 April sd 5 Mei 2021. Selanjutnya tanggal 7 – 17 Mei 2021 masa pengetatan. Sebelum Ramadhan terjadi lonjakan penumpang 2000 orang perhari, namun pasca lebaran penurunan penerbangan 90% atau 100 orang setiap hari. Dan sekarang setiap hari dapat mencapai 1500 pemberangkatan. Khusunya penerbangan pagi sangat dijaga ketat. Terakhir kata beliau perlunya sosialisasi pengisian e-hac.

(Kepala Bandara Halu Oleo Kendari)

Dilanjutkan dengan laporan Sekretaris Kota Kendari, Hj. Nahwa Umar, SE., MM. bahwa dari sembilan pasien Covid-19, tersebar di Kec. Poasia, Kec. Baruga, Kec. Kadia dan Kec. Puuwatu.

Tidak boleh keluar dan dibawakan sembako. Selain itu vaksinasi ASN lingkup Pemkot Kendari dan instansi vertikal telah selesai di vaksinasi. Selanjutnya vaksinasi di pasar-pasar dan tempat hiburan malam. Sementara pasar sudah cukup sosialisasi bahkan dibagikan masker namun susah dilaksanakan khusunya dari kabupaten.

(Sekot Kendari, Hj. Nahwa Umar, SE., MM.)

Sesi berikutnya Kepala BPKP Perwakilan Sultra, Nani Ulina Kartika Nasution, menjelaskan bahwa mitigasi resiko belum terintegrasi antar instansi dan Pemda kab kota. Oleh sebab itu, BPKP Sultra sedang melakukan audit tentang distribusi vaksin yang ada permasalahan terkait distribusi vaksin dan ada persepsi dinkes membagi vaksin membagi dua. Selain itu, tunggakan insentif atas nakes perlu segera ditindaklanjuti. Masih menurut Kartika bahwa pelaksanaan refokusing dan penyerapan anggaran jangan sampai sulit diperoleh dan tingkat penyerapannya rendah. Oleh sebab itu, program penanggulangan ekonomi nasional yang dievakuasi terkait penyaluran hibah. Oleh karena itu, semester pertama evaluasi efektivitas penanganan Covid-19 yang bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi ditengah Covid-19.

Terakhir menurut Kartika bahwa kunjungan Presiden RI kebeberapa pembangunan strategis nasional, seperti Bendungan Ladongi, Ameroro dan sertifikasi lahan. Dan presiden bisa akan melihat progres program strategis nasional.

(Kepala BPKP Perwakilan Sultra, Nani Ulina Kartika Nasution)

Terakhir adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Prov. Sultra, Silvester Sili Laba, SH. Mengatakan bahwa 2531 warga binaan rawan terpapar Covid-19, namun 2051 di lapas tidak ada yang terdampak Covid-19. Oleh sebab itu, warga binaan perlu divaksinasi.

(Kepala Kemenkum HAM Prov. Sultra, Silvester Sili Laba, SH)

Dari seluruh laporan baik Wakil Gubernur Sultra maupun Forkopimda dan Kepala Kantor vertikal, maka tiba saatnya Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi, SH menyampaikan beberapa hal yang kemudian harus dan wajib dilaksanakan. Adapun nasihat dan instruksi serta teguran disampaikan langsung oleh Gubernur sebagai berikut :

Apresiasi atas kerja dalam penanganan Covid-19 OPD dan Forkopimda.

  1. Perlu segera mengantisipasi serangan gelombang kedua Covid-19 dengan varian B-117. Alasannya, semangat kerja agak menurun seiring dengan menurunnya Covid-19.
  2. Bangga mendapat laporan penanganan Covid-19 berjalan lancar namun biaya satuan tugas berakhir bulan April 2021. Oleh sebab itu, Gubernur Sultra segera memerintahakn kepada Sekda Prov Sultra dan Kalak BPBD segera melakukan antisipasi dengan tetap mengupayakan anggaran Covid-19 tetap berjalan.
  3. Gubernur memerintahkan Sekda, Inspektorat dan BPKAD segera menindaklanjuti dan jangan sampai terjadi di daerah lain.
  4. Hari ini kita 10 besar terbaik penanganan Covid-19 jadi jangan diubah-ubah anggaran. Karena berdasarkan laporan diterima, banyak keluhan petugas posko yang acuh tak acuh.
  5. Segera buat telaah “Apakah boleh BTT dapat dipakai?”. Kalau untuk bencana segera dipakai.
  6. Gubernur menginstruksikan agar BPKAD segera membayar sehingga dana bisa digunakan.
  7. Arahan Gubernur Sultra, bahwa semua OPD bekerja pada tugasnya masing-masing. Kepala Dinas Kesehatan segera vaksinasi dilaksanakan, disosialisasikan, dan diedukasi.
  8. Anggaran Covid-19 jangan dikurangi. Masker yang ada di satgas dibagikan.
  9. Diskominfo informasikan ke masyarakat harus aktif.
  10. Penanganan Covid-19 harus serius instruksi kepada kab kota untuk dilaksanakan.
  11. Masing-masing OPD urusi OPDnya dan karyawannya.
  12. Dua ribu warga binaan segera divaksin.
  13. Posko dihidupkan kembali dan ditata dan gubernur akan meninjau sebelum presiden dating.

(Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, SH)

Demikian instruksi tegas dari gubernur Sultra dan dengan berakhirnya arahan H. Ali Mazi, SH. sekaligus berakhir rapat evaluasi Satuan Tugas Covid-19 dan Persiapan Kunjungan Kerja Presiden RI, Ir. Joko Widodo.

Penulis : MRB

Fotografer : Kumink (La Ode Kaharmin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed