oleh

Dampak Covid-19 Menyebakan Omzet Warung Kelontong Hj. Nur Menurun.

Cibitung,Fokustime.com – Dampak Corona covid-19, yang sampai saat belum berakhir sungguh sangat dirasakan oleh masyarakat luas pada umumnya terutama mulai dari kalangan masyarakat bawah, menengah sampai kalangan masyarakat atas.

Roda ekonomi dan perputaran uang sungguh sangat membuat pelaku usaha mengalami kemerosotan bahkan dampaknya bukan itu saja banyak kalangan usaha yang tidak lagi menjalankan usahanya alias gulung tikar.

Warung kelontong Hj. Nur berdiri sejak tahun 2017, yang berlokasi di Kp, Tanah Ungkuk, RT 002/RW 003, Desa Sarimukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, setiap harinya menjual penyedian bahan pokok diantaranya; sabun, minyak kelapa, mie instan, gula pasir dan kebutuhan lainnya yang mencakup kebutuhan pokok sehari – hari, “ujar Hj. Nur kepada Media Cetak Bekasi Raya Pos.

Selain itu menyediakan berbagai macam minuman dingin, itulah rutinitas sehari-hari yang dijalankan Hj. Nur selaku pedagang warung kelontong, namun dia mengeluhkan sejak adanya wabah covid-19, omzet yang dihasilkan dari penjualan warung kelontong mulai menurun,”ujarnya pada minggu. (06/06/2021)

Sejak adanya wabah covid-19, daya beli masyarakat semakin menurun ditambah dengan perputaran dan persaingan perekonomian semakin kolep, pedagang kelontong tradisional pasti akan terkena imbasnya, pasalnya kebutuhan dan juga barang – barang dipasaran harganya mulai melambung tinggi, itu salah satu yang dirasakan oleh pedagang kelontong tradisional miliknya, “ungkap Hj. Nur.

Hj. Nur selaku pemilik warung kelontong tradisional tidak patah semangat, walaupun omzetnya menurun, saya akan tetap menjalankan usaha karena usaha yang saya jalankan sebagai pedagang warung kelontong tradisional sudah hampir 4 (empat) tahun, “ungkapnya.

Keuletan dan kerja keras Hj. Nur, untuk mengais rejeki sebagai pedagang warung kelontong harus di apresiasi, rutinitas sehari-hari mulai berjualan pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 18.00 WIB, “ujarnya.

“Sejak memasuki bulan ke 3 (tiga) tahun 2020 sampai sekarang kendala yang dihadapai semakin besar, pasalnya pada awal bulan maret 2020, kegiatan dan aktivitas warga dihentikan sementara itu himbauan dari pemerintah daerah untuk mengantivasi pencegahan wabah virus corona covid -19, sangat berdampak negatif terhadap para pedagang warung kelontong yang bermodalkan kecil, “ujar H. Nur.

Hj. Nur berharap kepada pemerintah daerah dan pemerintah setempat agar warung kelontong yang dijalani dapat kucuran dana dari pemerintah untuk tetap bertahan dan mampu bersaing dengan usaha mikro lainnya,” ujarnya.
(Erman, SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed