oleh

Izin Smelter PT Tiran Mineral Jadi Perbincangan, Begini Keterangan Pihak Dishut Sultra

Kendari,Fokustime.com—Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulawesi Tenggara Beni Raharjo berikan keterangan terkait polemik pembangunan Smelter PT Tiran Mineral yang beredar di media sosial dan beredarnya foto lokasi Smelter di desa Waturambaha Kecamatan Kepulauan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi pembicaraan netizen.

“Polemik di medsos terkait foto lokasi PT Tiran Mineral itu sudah di konfirmasi juga oleh kepala KRPH wilayah kabupaten Konawe Utara dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sultra.Kalau Saya melihat berita foto yang saya lihat itu sudah berubah narasinya, intinya Dinas Kehutanan tidak pernah menyatakan yang seperti di katakan di media sosial tersebut, ” ucap Beni saat dikonfirmasi dikantornya, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, sejauh ini aktifitas PT Tiran Mineral secara umum sudah sesuai prosedur.

“PT Tiran Mineral itu memiliki IPPKH dan izin lainya, itu melalui proses, mulai izin di daerah sampai ke pusat dan rekomendasi dari pemerintah daerah pun sudah benar, dan pertimbangan teknis kita di biro hukum dan analisis fungsi dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan Kementerian juga sudah sesuai prosedur. Dalam kewenangannya perizinan itu dikeluarkan oleh kementerian terkait setelah mendapatkan rekomendasi dari Gubernur Sultra,” ungkap Beni.

Dijelaskan Beni, PT Tiran Mineral sudah mengantongi izin pinjam pakai atau yang di kenal izin persetujuan dan pengunaan kawasan hutan, karena dalam pengurusanya tahap bertahap, dan dasarnya rekomendasi dari pemerintah daerah. Oleh sebab itu, kalau untuk di Dinas Kehutanan, PT Tiran Mineral sudah lengkap dan legal dan izin persetujuan dan pengunaan kawasan hutan atau di sebut pinjam pakai dari Dinas Kehutanan sudah di lalui semuanya.

“Kalau disektor pertambanganya kami belum tau kalau hutannya tidak ada masalah, maka dari itu syarat untuk mendapatkan izin persetujuan pengunaan kawasan hutan harus ada IUP dan izin lainya,” sebut Beni.

Diberitakan sebelumnya, Humas PT Tiran Mineral, La Pili mengatakan bahwa Tiran Group melalui PT Tiran Mineral kini sedang melaksanakan pembangunan Smellter berlokasi di desa Waturambaha Kecamatan Laosolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara.

“Dalam membangun Smellter ini diawali dulu dengan kegiatan penataan lokasi, seperti pembukaan jalan, penghubung dilokasi, penataan lokasi pelabuhan, dan juga termasuk meratakan gunung yang ada didalamnya bila diperlukan. Maka didalam aktifitas tersebut ada bahan galian / kandungan mineral yang ditemukan, maka atas perintah Undang-Undang bisa mengambilnya untuk dilakukan penjualan sesuai izin usaha pertambangan untuk penjualan hasil kandungan mineral yang telah diberikan kepada PT Tiran Mineral, dan pihak Tiran Mineral berkomitmen membayarkan pajaknya ke negara,” Ujar La Pili.

“Kalau masih ada pihak-pihak yang mempersoalkan atas izin dan legalitas lainnya, maka itu sudah masuk kategori pidana, karena sama dengan menghalang-halangi proses pembangunan yang sedang berjalan. Yang jelas bila itu terus-terusan dilakukan bahkan mengarah kepada tindakan menghasut, maka bisa jadi akibatnya tidak hanya berurusan dengan pihak perusahaan tapi juga akan berurusan dengan pihak penegak hukum,” tegasnya.(Dany)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed