oleh

Jum’at Berkah, 36 WBP LPN IIB Kota Langsa Terima Asimilasi Covid – 19 “Ini Amanat Kadivpas Aceh”

-BERITA-36 views

Fokustime, Kota Langsa – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memperpanjang pemberian asimilasi untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran Covid – 19 di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Perubahan aturan ini harus segera dilakukan sebagai penanganan lanjutan dalam upaya mencegah semaksimal mungkin potensi penyebaran Covid-19 di lapas, rutan (rumah tahanan), dan Lembaga Pembinaan Khusus anak (LPKA),” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kemenkumham Reynhard Silitonga melalui Rilis Pers yang diterima Pada, Kamis, 01 Juli 2021, lalu.

Terkait diterbitkannya Permenkumham No.24 Tahun 2021, Tentang program Asimilasi Covid – 19 yang mana dalam artian para WBP yang mendapat asimilasi tersebut nantinya menjalani sisa hukuman di rumah masing-masing dengan terus dilakukannya pemantauan secara berkala oleh Bapas.

Hari ini jum’at, 16 juli 2021, Sekira pukul : 11.00 wib, Kanwil Kemenkumham Aceh melalui UPT Lembaga Pemasyarakatan (LPN) Narkotika Kelas IIB Kota Langsa melaksanakan program asimilasi Covid – 19 tersebut, Terdapat 36 WBP LPN mendapatkan Surat Keputusan (SK) Program Asimilasi dirumah.

Bertempat di Lapangan Upacara Lapas Narkotika Kelas IIB Kota Langsa, Kalapas, Herman Anwar mengatakan, Allhamdulillah, Kami ucapkan terima kasih kepada Kasi Binadikgiatja beserta jajarannya yang mana terus berupaya dengan mencari dan menyeleksi WBP yang telah memenuhi syarat sesuai Permenkumham No. 24 tahun 2021.

Lanjut Herman, Saya selaku Kalapas sangat berharap kepada para WBP yang hari ini telah mendapatkan SK asimilasi Covid – 19 dengan menjalani sisa hukuman di rumah agar senantiasa berperilaku baik yang mana nantinya bertujuan agar dapat dengan mudah diterima masyarakat dan lingkungan sekitar serta tidak mengulangi lagi pelanggaran dalam bentuk apapun, Tegas Kalapas.

Kasi Binadikgiatja LPN Kelas IIB Kota Langsa, Yopi Syahputra, S.H, mengatakan , Bahwa, Terhadap 36 WBP yang memperoleh asimilasi covid-19 ini sebelumnya telah melalui berbagai tahapan sidang TPP dan syarat yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 24 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM Manusia Nomor 32 Tahun 2020.

Yopi juga menambahkan, Apabila nantinya dalam menjalankan asimilasi ini terdapat ara WBP kembali melakukan pelanggaran Hukum , maka asimilasi ini dicabut dan WBP menjalani sisa pidananya serta tidak Mendapatkan Remisi dan Pembebasan bersyarat lagi
dan juga WBP tersebut menjalani proses hukum untuk tindak pidana baru yang mereka Lakukan, tegasnya.

Kakanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Heri Azhari, menyampaikan, Allhamdulillah, di jum’at berkah ini terdapat 36 WBP LPN IIB Kota Langsa mendapat program asimilasi Covid – 19 yang mana nantinya para WBP dapat langsung berkumpul dengan keluarga dan ini merupakan rahmad yang diberikan Allah SWT di jum’at barokah ini.

Pada kesempatan tersebut Kadivpas Aceh, Heri Azhari juga mengabulkan permintaan para WBP yang mendapat program asimilasi di rumah dengan ingin secara langsung mengucapkan terima kasih secara daring (Video Call) melalui aplikasi Whatsapp.

“Allhamdulillah, Sebelumnya terima Kasih Kami hanturkan Kepada Bapak atas dikabulkannya yang mana kami para WBP ingin menyampaikan langsung ucapan terima kasih kepada Bapak Yasona Laoly, Mentari Hukum dan Ham, dan Bapak Meurah Budiman, Kakanwil Kemenkumham Aceh, dan Khususnya kebahagian kami saat ini dapat langsung berinteraksi walaupun secara daring melalui Video Call whatsapp dengan mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Heri Azhari selaku Kadivpas, yang mana selain kebahagian yang tak dapat kami utarakan lagi lantaran kami dapat segera berkumpul dengan keluarga dengan momen sangat istimewa bagi kami dengan menuju hari raya Idul Adha 1442 H, ungkap para WBP.

Diakhir penutupan Video Call, Kadivpas juga mengamanatkan, Agar para WBP yang menerima asimilasi di rumah nantinya dapat terus mengikuti Protokol Kesehatan dan tentunya program ini juga bertujuan guna menghentikan penyebaran virus Covid – 19 khususnya di dalam lingkungan Lapas, Pungkasnya.

Editor : Jefry Boy Isny

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed