oleh

WBP Lapas Kelas III Lhoknga Ikuti Pelatihan Pertanian Hidroponik dengan Metode Green House

-BERITA-7 views

Fokustime, Lhoknga – Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lhoknga mengikuti Pelatihan Pertanian Hidroponik dengan Metode Green House yang diselenggarakan oleh Lapas Lhoknga bekerja sama dengan Dinas Pertanian Aceh Besar menindaklanjuti program pelatihan kemandirian bagi WBP. Pelatihan ini sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas III Lhoknga pada hari Rabu, 14 Juli 2021.

Pelatihan dan sertifikasi ini diselenggarakan selama 3 hari dan dipandu oleh tim dari Dinas Pertanian Aceh Besar. Sebagaimana diketahui, sertifikasi biasanya terdiri dari kegiatan pemberian teori dan praktek lapangan. Pada hari pertama para peserta diberikan pembekalan materi dasar terkait pertanian hidroponik. Pemateri yang memberikan pemaparan merupakan instruktur dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Lhoknga. Seluruh peserta terutama warga binaan tampak antusias mengikuti materi.

Pelatihan dan sertifikasi ini sendiri diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Aceh Besar untuk mendukung program ketahanan pangan di masa pandemi. Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 telah menyebabkan terganggunya kegiatan perekonomian di semua lini usaha, termasuk sektor pertanian. Salah satu dampak yang harus diantisipasi terkait dampak Covid-19 adalah ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat. Gerakan Ketahanan Pangan (GKP) yang diperkenalkan Kementerian Pertanian di tengah ancaman virus corona saat ini harus didukung oleh semua pihak. Dalam hal ini, Lapas Kelas III Lhoknga ingin ikut serta berkontribusi dalam menyukseskan program ketahanan pangan ini.

Bertani hidroponik seperti ini bisa menjadi solusi pangan khususnya di dalam lingkungan lapas, apalagi dengan susahnya memperoleh sayuran yang sehat dan terasa aman dalam konsumsinya. Sayur mayur yang dipanen tentunya lebih higienis karena dari pupuk kompos organik, para warga binaan gotong royong menanam, merawat tanaman sayur untuk kebutuhan bersama. “Dengan menanam sendiri sayuran untuk konsumsi warga binaan dalam lapas juga memberi rasa aman, karena jelas sumbernya dari kebun sendiri.

Semoga dengan pembinaan pertanian hidroponik ini di sini mampu mambawa energi tersendiri bagi warga binaan, terutama semangat dalam menghadapi situasi yang tidak mudah seperti sekarang ini. Kita harapkan semoga langkah ini akan terus berlanjut dan membawa perubahan bagi mereka”ujar Kalapas.

Dalam mengikuti pelatihan, seperti yang telah ditekankan oleh Kepala Lapas, setiap peserta tetap mengikuti protokol kesehatan. Mereka menggunakan masker dan juga face shield yang telah dibagikan sebelumnya. Tak lupa pula, sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan, mereka menerapkan cuci tangan memakai sabun ataupun menggunakan hand sanitizer.

Editor : Jefry Boy Isny

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed