oleh

Dinilai Lebih Pentingkan Bangun Taman Kota Dibanding Pendidikan, Pemda Morowali Disorot

Morowali,Fokustime.com – Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling fundamental baik dalam kehidupan masyarakat maupun bagi pembangunan suatu negara. Demikian Kalimat yang disampaikan Amrin salah Mahasiswa Morowali, saat mengawali perbincangannya dengan sejumlah wartawan di Bungku, Rabu (01/08/2021).

Menurut Amrin, semestinya Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah melihat kondisi pendidikan saat ini. Pasalnya, kondisi sarana dan prasarana masih sangat membutuhkan perhatian. “Sarana dan prasarana perlu lebih ditingkatkan agar masyarakat Morowali khususnya para pelajar dapat menempuh dan mendapatkan pendidikan yang layak,” ungkapnya.

Apalagi di Morowali, tambahnya, saat ini mengalami perubahan kondisi yang sangat luar biasa. Kehadiran investasi sektor pertambangan dan industri diberharapkan memberi pengaruh secara makro ekonomi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

“Sehingga menjadi salah satu indikator yang akan mengubah status daerah tertinggal menjadi daerah maju sesuai dengan Perpres 131/2015 tentang penetapan Daerah tertinggal tahun 2015 sampai tahun 2019,” ujar Amrin.

Sangat disayangkan, lanjut Amrin, hasil SDA Morowali yang selalu dibanggakan oleh Pemda tak bisa diimbangi dengan menciptakan SDM yang lebih unggul. Ini pun menjadikan keraguan, terhadap terwujudnya mimpi Morowali sejahtera bersama sebagaimana visi pemerintahan Tahajud.

Lebih jauh Amrin mengatakan, hal ini bisa dilihat dari beberapa pembangunan yang ada saat ini, Pemda dinilai lebih fokus Membangun fasilitas umum seperti Taman kota (Tamkot) Fonuasingko, Taman Pantai Matano, Dibandingkan harus mengucurkan dana APBD tiap tahunya ke sektor pendidikan.

Dalam menyediakan sarana prasarana dan fasilitas penunjang pendidikan di Morowali harus lebih baik lagi, yang membuat nama Morowali bisa di kenal bukan hanya karena kekayaan alamnya saja, tapi pendidikanya juga perlu harus mendapat perhatian.

“Pemda prioritaskan yang mana membangun fasilitas yang seperti itu ataukah sektor pendidikan yang menjadi kebutuhan negara dalam konteks mencerdaskan kehidupan bangsa,
Sebagaimana telah disebutkan bahwa mempersiapkan sistem pendidikan dengan baik telah di atur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2 bahwa untuk setiap warga negara Indonesia wajib mendapatkan pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya,”Jelas Amrin panjang lebar.

Dalam perbincangan tersebut Amrin juga meminta kepada Bupati Morowali agar lebih memperhatikan kondisi kampus PSDKU Untad Morowali, Sehingga fasilitas penunjang pendidikan dikampus tersebut bisa memadai tidak seperti sekarang. kuliah dikampus tersebut harus menanggung banyak beban biaya karna pusat administrasi kampus tersebut masih berlokasi di kota palu.

Hal ini membuat Mahasiswa/i merasa seakan dipersulit karna tiap tahunya atau memasuki semester akhir harus ke kota Palu untuk menyelesaikan perkuliahan dan masalah-masalah akademik lainya.

“Termasuk, Asrama Mahasiswa Morowali yang berada di berbagai kota, seperti di Palu, Makassar, Kendari, Yogyakarta sampai saat ini tidak pernah di seriusi oleh Pemda. jangan menunggu bangunan rusak parah baru dibangun kembali,” cetus Amrin.(Wardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed