oleh

Rentenir Berkedok PT. BPR NBP 19.

Kota Depok, Fokustime.com – Rentenir yang berkedok BPR terjadi di PT. BPR NUSANTARA BONA PASOGIT 19 Kota Depok, yang mana korbannya seorang debitur bernama Dian Suryani, “Nasabah atau Debitur yang mempunyai tunggakan hutang di PT. BPR NBP 19 Kota Depok, ketika ingin melunasi biaya pokok pinjaman ternyata nominalnya membengkak”.

Dari jumlah pinjaman yang diberikan oleh PT. BPR NBP 19 Kota Depok dan diterima oleh debitur a.n Dian Suryani berdasarkan Outstanding sebesar Rp. 318.776.112, dengan rincian sebagai berikut :

  1. 29 Agustus 2018 :Rp. 129.166.100
  2. 19 Januari 2019 :Rp. 109.090.800
  3. 13 September 2019 :Rp. 80.519.112

Jumlah angsuran yang sudah disetorkan oleh Debitur/Nasabah dalam kurun waktu kurang lebih 2 (dua) tahun sebesar.
Rp. 315.197.800

Dengan jumlah pokok yang harus dibayarkan berdasarkan surat dari BPR NBP 19 Kota Depok Nomor : B/745/BPR.NBP.19/XII/2021, sebesar Rp. Rp. 629.149.734, angka tersebut sangat pantastis tinggi, secara terang-terang sudah membunuh perekonomian saya, “ungkap Dian Suryani pada media online Fokustime.com pada Jumat. (31/12/21)

Kalau di hitung jumlah angsuran yang sudah disetorkan ditambah biaya pokok pelunasan, dapat di kalkulasikan sebesar
Rp. 315.000.000 + Rp. 629.149.734 :
Rp. 944.347.534.

“Dirut BPR NBP 19 Kota Depok Khasanudin, S.Kom, ada bahasa mengancam dengan kata-kata “Apabila Debitur/Nasabah tidak dapat melunasi biaya yang sudah diberikan oleh pihak BPR NBP 19 Kota Depok, maka kami akan mengambil sikap untuk mengajukan pelelangan jaminan melalui (Lelang Eksekusi Hak Tanggungan) KPKNL.

Yang anehnya lagi dari pihak PT. BPR NBP 19 Kota Depok, malah mengajukan pelelangan aset Jaminan. Padahal debitur a.n Dian Suryani mau melunasi semua hutangnya ke pihak PT. BPR NBP 19, “ungkapnya.

“BPR NBP 19 Kota Depok, sangat pantas disebut rentenir berkedok BPR”.

Kalau dilihat dari visi & misinya yang mana tujuan BPR untuk mensejahterakan perekomian rakyat. Namun BPR NBP 19 Kota Depok malah mencekik Perekonomian rakyat.
salah satu korbannya bernama ibu Dian Suryani, ketika ingin melunasi semua hutang nya ternyata biaya yang akan dibayar angkanya sangat fantastis.

Kami berharap mengenai wewenang yang dimiliki OJK dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah edukasi dan sosialisasi, pencegahan, serta pembelaan hukum jika diperlukan.

Berdasarkan UU OJK Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai wewenang yang dimilikinya agar PT. BPR NBP 19, Kota Depok yang sudah menyengsarakan rakyat, mencekik perekonomian rakyat, dapat di tindak sesuai kewenangannya. (Erman, S.H)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed