oleh

Masyarakat Minta Hentikan Penambangan Dimuara Sungai Kolono

Foto Ilustrasi

Morowali,Fokustime.com – Masyarakat Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali mendesak pencabutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) galian batuan milik CV. Mutia Karya Mandiri yang berada dimuara sungai Bahomapu desa Kolono. Hal ini berdasarkan surat yang dilayangkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kepala Desa Kolono yang ditujukan kepada Bupati Morowali.

Dalam surat Ketua BPD Kolono, Harsono tertanggal 26 november 2021 menyebut, desakan pencabutan muncul dari masyarakat yang bermukim dipinggir pantai yang sudah gerah dengan aktivitas operasional tambang pasir CV. Mutia Karya Mandiri yang diketahui milik Sumantri. Hal itu pula yang memicu langkah protes dan kritik masyarakat melalui daftar tandatangan penolakan.

Penggunaan alat berat jenis excavator dalam pengambilan pasir pantai, dinilai dapat mengakibatkan pengikisan (abrasi) pinggir pantai. Akibat yang ditimbulkan, tidak hanya kerusakan lingkungan secara fisik juga dapat menimbulkan keresahan antar warga. Sehingga, permintaan penghentian operasional dan pencabutan WIUP CV. Mutia Karya Mandiri dipandang perlu dilakukan.

Tidak jauh berbeda, Kepala Desa Kolono, Nulfa’i dalam suratnya tertanggal 22 november 2021 menyatakan, dengan memeperhatikan adanya gerakan masyarakat yang melakukan desakan terhadap pemerintah atas keberadaan kegiatan penambangan pasir yang beroperasi di muara sungai Bahomapu Desa Kolono yang pada kenyataannya, kegiatan tersebut telah menimbulkan kerusakan terhadap rumah masyarakat, pasar desa dan abrasi pantai di desa Kolono.

Untuk itu, Pemerintah Desa Kolono dan BPD Kolono sepaham meminta kepada pemerintah kabupaten Morowali untuk mendesak pemerintah provinsi sulawesi tengah, segera mencabut WIUP galian c milik saudara Sumantri yang berada di wilayah Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur dan serta memberhenti kan seluruh aktifitas Penambangannya sampai ada kejelasan legalitas hukum yang berlaku.(Wardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed