oleh

DPRD Morowali Berkomitmen Mengawal Tuntutan Buruh

Morowali,Fokustime.com – Sejumlah buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Logam (SPL) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Morowali menggelar aksi unjukrasa di Kantor DPRD Morowali, Jumat (14/1/2022).

Dalam orasinya, masa aksi menyampaikan empat poin tuntutan. Pertama, menuntut pencabutan Omnibuslaw Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai Inkonstitusional dan tidak memihak kepentingan buruh itu sendiri.

Kedua, mendesak pencabutan SK UMK yang sudah dikeluarkan oleh Gubernur yang menggunakan dasar pertimbangan PP No.36 Tahun 2021.

Ketiga, meminta agar menetapkan upah menggunakan PP 78/2015 dan berlakukan UMSK Kabupaten Morowali 2022. Dan keempat, menuntut kenaikan upah 5 sampai 10 persen.

Menyikapi aspirasi buruh SPL-FSPMI Morowali, Ketua Komisi III DPRD Morowali, Asra bersama beberapa anggota DPRD Morowali menerima penyampaian aspirasi masa aksi di ruang rapat aspirasi Kantor DPRD Morowali.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Morowali berkomitment mengawal empat poin tuntutan SPL-FSPMI Morowali untuk disikapi Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah dan Permerintah daerah Kabupaten
Morowali.

Empat poin tersebut antara lain, cabut Omnibus law UU Cipta Kerja yang Inkonstitusional, cabut SK UMK yang sudah dikeluarkan oleh Gubernur yang menggunakan dasar pertimbangan PP No 36 tahun 2021, Tetapkan upah menggunakan PP No 78 tahun 2015 dan berlakukan UMSK Morowali 2022, naikkan upah Kerja 5 -10 persen.(Wardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed